Terima Kasih atas kesedian Anda untuk berkunjung ke blog yang sederhana ini, semoga dapat memberikan manfaat bagi Kawan-kawan semua. Kritik, saran, serta komentar Anda sangat kami harapkan.
| 25 comments ]

Undang-Undang Guru dan Dosen mengajak kita percaya bahwa program kualifikasi, sertifikasi, dan pemberian beberapa tunjangan untuk guru akan meningkatkan kualitas guru dan secara otomatis mendongkrak mutu pendidikan. Tentu kita tidak percaya sepenuhnya. Mengapa? Karena ada satu hal yang sering kali terluput dari diskursus tentang rendahnya kualitas guru di Indonesia, yaitu soal birokratisasi profesi guru.

Birokratisasi profesi guru di zaman Orde Baru telah menghasilkan mayoritas guru bermental pegawai. Orientasi jabatan sangat kental melekat dalam diri para guru. Jabatan guru utama—sebagaimana layaknya guru besar di perguruan tinggi—tidak lagi dilihat sebagai tujuan puncak karier yang harus diraih seorang guru, melainkan lebih pada jabatan kepala sekolah atau jabatan-jabatan birokrasi lainnya di dinas-dinas pendidikan maupun di departemen pendidikan. Semangat profesionalismenya luntur seiring terjadinya disorientasi jabatan ini.

Birokratisasi juga menciptakan hubungan kerja "atasan-bawahan", yang lambat laun menghilangkan kesejatian profesi guru yang seharusnya merdeka untuk menentukan berbagai aktivitas profesinya tanpa harus terbelenggu oleh juklak dan juknis (petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis) yang selama ini menjadi bagian dari budaya para birokrat. Guru menjadi tidak kreatif, kaku, hanya berfungsi sebagai operator atau tukang dan takut melakukan berbagai pembaruan.

Rasa takut itu pada akhirnya semakin memperkokoh kekuasaan birokrasi dengan menjadikan guru sebagai bagian dari pegawai-pegawai bawahan yang harus tunduk patuh pada perintah "atasan". Guru yang berani mengkritik, apalagi memprotes tindakan "atasan" yang tidak benar, dengan mudah diperlakukan sewenang-wenang seperti diintimidasi, dimutasi, diturunkan pangkatnya atau bahkan dipecat dari pekerjaannya. Kasus mutasi Waldonah di Temanggung, kasus mutasi 10 guru di Kota Tangerang, kasus pemecatan Nurlela dan mutasi Isneti di Jakarta, serta beberapa kasus penindasan terhadap guru di berbagai daerah menunjukkan begitu kuatnya proses birokratisasi profesi guru sampai saat ini.

Proses yang sama terjadi pula sampai ke dalam kelas. Dalam proses pembelajaran, guru lebih menempatkan diri sebagai agen- agen kekuasaan. Ia memerankan dirinya sebagai pentransfer nilai-nilai ideologi kekuasaan yang tidak mencerahkan kepada anak-anak didiknya daripada membangun suasana pembelajaran yang demokratis dan terbuka. Anak didik dijadikan "bawahan-bawahan" baru yang harus tunduk dan patuh kepada guru sesuai juklak dan juknis atau atas nama kurikulum.

Kondisi ini semakin diperparah ketika proses birokratisasi ikut memasuki jejaring organisasi guru. Sebagian pengurusnya dikuasai oleh kalangan birokrasi. Akibatnya, organisasi yang diharapkan mampu membangun komunitas guru yang intelektual-transformatif dan melindungi gerakan pembaruan intelektual guru, justru jadi bagian dari rezim birokrasi yang "mengebiri" kemerdekaan profesi guru.

Penunggalan organisasi guru menjadi bagian dari agenda penguatan kekuasaan birokrasi yang tak terlepas dari kepentingan politik kekuasaan yang lebih besar lagi. Bisa dibayangkan, guru menjadi tidak cerdas dan tumpul pemikirannya justru oleh ulah organisasinya sendiri. Sungguh ironis!

Debirokratisasi

Program kualifikasi, sertifikasi, dan pemberian tunjangan kesejahteraan kepada guru jelas bukan jawaban satu-satunya untuk membangun kualitas guru. Tanpa disertai gerakan debirokratisasi profesi guru, sulit rasanya kesejatian kualitas guru akan terbangun.

Oleh karena itu, profesionalisme guru harus dibangun bersamaan dengan dorongan untuk membangun keberanian guru melibatkan diri dalam setiap pengambilan kebijakan pendidikan, bebas menyampaikan berbagai pandangan profesinya, mengkritik, bebas berekspresi dan bebas berserikat sebagai wujud kemandirian profesinya. Bagaimana semua itu dapat diwujudkan?

Beberapa pasal dalam UU Guru dan Dosen ternyata menjadikan debirokratisasi profesi guru sebagai bagian penting dari upaya peningkatan kualitas guru. Pasal 14 Ayat 1 Butir (i) menyebutkan: Dalam menjalankan tugas keprofesionalan, guru berhak memperoleh kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan.

Klausul ini mempertegas hak guru untuk terlibat dalam setiap pengambilan kebijakan pendidikan, mulai dari tingkat sekolah sampai penentuan kebijakan pendidikan di tingkat provinsi maupun pemerintahan pusat. Guru tidak boleh lagi ditempatkan sebagai bawahan yang hanya menerima berbagai kebijakan birokrasi, tetapi harus duduk bersama untuk merumuskan kebijakan yang partisipatif.

Pada pasal yang sama Butir (h) disebutkan: Guru berhak memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi guru. Pasal ini diperkuat oleh Pasal 41 Ayat 1 yang menyebutkan bahwa: Guru dapat membentuk organisasi profesi yang bersifat independen, juga Pasal 1 Butir (13) yang menyebutkan: Organisasi profesi guru adalah perkumpulan berbadan hukum yang didirikan dan diurus oleh guru untuk mengembangkan profesionalitas guru.

Ketiga pasal ini mempertegas kemandirian guru untuk bebas berorganisasi dan melepaskan diri dari kepentingan kekuasaan birokrasi. Pasal 1 Butir (13) mempertegas bahwa siapa pun yang bukan guru tidak dibenarkan mendirikan dan mengurus organisasi guru, seperti yang selama ini banyak dilakukan oleh birokrasi atau bahkan para petualang politik.

UU Guru dan Dosen juga memberikan perlindungan hukum kepada guru dari tindakan sewenang-wenang birokrasi, baik dalam bentuk ancaman maupun intimidasi atas kebebasan guru untuk menyampaikan pandangan profesinya, kebebasan berserikat/berorganisasi, keterlibatan dalam penentuan kebijakan pendidikan dan pembelaan hak-hak guru.

Pasal 39 Ayat 3 menegaskan bahwa guru mendapat perlindungan hukum dari tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi atau perlakuan tidak adil dari pihak birokrasi atau pihak lain. Ayat 4 pada pasal yang sama secara tegas memberi perlindungan profesi kepada guru terhadap pembatasan dalam menyampaikan pandangan, pelecehan terhadap profesi dan terhadap pembatasan/pelarangan lain yang dapat menghambat guru dalam melaksanakan tugas.

UU Guru dan Dosen cukup mendorong proses debirokratisasi profesi guru. Ruang kebebasan guru tanpa harus dibayangi ketakutan pada kekuasaan birokrasi kini mulai terbuka lebar. Birokrasi kekuasaan harus menerima perubahan paradigma yang ditawarkan undang-undang ini. Guru harus berani menempati ruang tersebut. Karena itu, jangan pernah takut lagi untuk menjadi guru yang kreatif!

Read this | Baca yang ini



Widget by [ Tips Blogger ]

25 comments

Mbah Jack said...

Hidup Guru, tiada ilmu tanpa guru, dan jangan takut untuk jadi murid.

POOSOFT said...

;))...SIP MAS,,,,THANKS ATAS KNJNGNYA...SALAM PERSHABATAN BLOGGER..

Arif Luqman Nadhirin said...

@Mbah Jack: Siplah mbah jeck...
@Poosoft: sama2 maz.. salam persahabatan balik...

pelajaran-blog.blogspot.com said...

Aku siap jadi guru,yang aku nggak siap...
karna ilmunya ga punya hahahahaha..

pelajaran-blog.blogspot.com said...

kapan di update lagi nich?

Puji Antoro said...

Wah!koq ga di update ya..
sibuk ama blog lainnya ya...

AlvienRizki said...

weh weh weh... aku masih lama neh mau jadi guru.. sekarang aja masih SMP...

hihihihih...

How-Home said...

www.my-article.tk

terdiri dari halaman-halaman :



www.article.host56.com/personal-injury

www.article.host56.com/ppc

www.article.host56.com/pregnppcancy

www.article.host56.com/publishing

putri mimpi said...

salam kenal.
mohon infonya mengenai syarat2 untuk jadi guru untuk sarjana non pendidikan.
terimakasih banyak sebelumnya.

Arif Luqman Nadhirin said...

>Pelajran Blog: harus isap dari sekarang dengan banyak-banyak menimba ilmu.. Siap??

>Puji : Sekarang Saya upayakan untuk selalu meng-update..

>AlvienRizki: Jadi apapun kita kelak, belajar untuk mempersiapkan masa depan kita hukumnya tetap waji.. Betul :D

>Putri Mimpi : Bagi sarjana non-pendidikan/keguruan yang berminat untuk menjadi guru bisa mengikuti program Akta-IV. Program ini ditujukan untuk membekali ketrampilan-keterampilan mengajar dan psikologi pendidikan bagi sarjana non-pendidikan/keguruan. Program ini hanya ditempuh dalam waktu 2 semester dan hanya menempun 36 sampai 40 SKS. Univ atau institut yang memiliki fakultas keguruan/pendidikan biasanya juga membuka program Akta-IV, seperti univ-univ negeri yang dulunya IKIP.. Semoga bermanfaat mbak...

Untuk Semua Terima ksih telah berkunjung ke blog ini serta meluangkan waktunya untuk meninggalkan pesan atau komentar, yang tentu akan sangat berguna bagi para pembaca lainnya. :)

Arief_plk said...

Iya mah kalonya sesuai konsep ga papa,tapi kalonya terjadi disorientasi terhadap profesinya gimana..? Guru kan kadang-kadang semaunya ajah.. lupa dengan kode etikanya...

Rina Andhani said...

Izin ngopy ya... Terimakasih.

Anonymous said...

artikelnya bagus2
ngopi ya bang,,,,,

rima silvia said...

terimakasih y atas artikelnya, sangat membntu sekali bagi saya untuk melanjutkan perjuangan untuk menjadi seorang guru,,,,

Syafa'at Mubari said...

Penunggalan organisasi guru menjadi bagian dari agenda penguatan kekuasaan birokrasi yang tak terlepas dari kepentingan politik kekuasaan yang lebih besar lagi. Bisa dibayangkan, guru menjadi tidak cerdas dan tumpul pemikirannya justru oleh ulah organisasinya sendiri. Sungguh ironis!


YUUUUUUPPPP siap jadi guru, ilmumu tiada pernah behenti, jadilah guru yang bisa ditiru.

Arif Luqman Nadhirin said...

@Arief_plk: bukan semua guru, tapi oknum beberapa gur...

@Syafa'at Mubari: semoga hal itu tidak akan terjadi...

Anita Ristanti said...

izin share yaa :)

cara mengobati wasir said...

salepsalwa
ramuanherbaluntukmengobatikanker
caramenyembuhkanbenjolanwasirluar
obattradisionalambyeneksternal
obatherbalwasirambeienampuh
obattradisionaluntukmenyembuhkan
anekaobatherbal
penyakitambeienluar
obatambeyendiluar
obatwasir
caramengobatiambeienluar
daununguobatwasir
obatdiabetesampuh
daununtukobatambeien
obatdiabetesyangampuh
obatwasiralami
obatdiabetespalingmujarab
caramengobatiambeyeunstadium34
obatdiabetespalingmanjur
merkobatbuatambeienapayangyang
obatdiabetespalingampuh
obatherbaldiabetesampuh
jualobattradisionalwasirampuh

Obat pelangsing yang aman said...

terimakasih informasinya gan,,sanagat bagus sekali..

Obat pelangsing WSC BIOLO said...

guru adalah seorang pahlan tanpa tanda ajsa ,kita ingin menjadi guru ...tidak boleh takut ,menjadi guru,,karna pekerjaaan guru adalah pekerjaan mulia..

Aqiqah Kudus said...

saya gk takut gan, in shaa allah saya calon guru. amiin

Resep Masakan said...

makasih infonya. sukses terus

Rosnida Zainab said...

Assalamu Alaikum wr-wb, perkenalkan nama saya ibu Rosnida zainab asal Kalimantan Timur, saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS. saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer di instansi pemerintahan manapun, saya mengabdikan diri sebagai guru disebuah desa terpencil, dan disini daerah tempat saya mengajar hanya dialiri listrik tenaga surya, saya melakukan ini demi kepentingan anak murid saya yang ingin menggapai cita-cita, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 70 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali, bahkan saya sempat putus asah, pada suatu hari sekolah tempat saya mengajar mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN pusat karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan, disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya dan 3 bln kemudian saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, Satu minggu kemudian saya sudah ada panggilan ke jakarta untuk ujian, alhamdulillah berkat bantuan beliau saya pun bisa lulus dan SK saya akhirnya bisa keluar,dan saya sangat berterimah kasih ke pada beliau dan sudah mau membantu saya, itu adalah kisah nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya, anda bisa Hubungi Bpk Drs Tauhid SH Msi No Hp 0853-1144-2258. siapa tau beliau masih bisa membantu anda, Wassalamu Alaikum Wr Wr ..

Thalia Wijaya said...

Numpang promo ya :) yuk kunjungi https://goo.gl/7h1Jtt kalian bisa dapatkan jackpot hingga puluhan juta rupiah. Minimal deposit dan withdraw hanya Rp. 20.000 . Dapatkan bonus rolingan sebesar 0.3-0.5 dan dapatkan bonus referra sebesar 20%. Hanya di berkahpoker bank online 24 jam Non-stop.

Untuk info lebih lanjut segera hubungi Custumer Service kami di :
- BBM : 2B1A139
- YM : BERKAHPOKER_CS
- WECHAT : +85585411172

ingin daftar langsung klik disini https://goo.gl/fbTkLd

yulia lim said...

permisi kakak2 numpang promo ya
yang suka main poker dan domino online, mari gabung di sini

kini hadir dengan 7 permainan yang dapat dimainkan dalam 1 website.

dapatkan jackpot hingga ratusan juta setiap harinya. gak mau kalah teruskan main poker dan domino online

REAL GAMES AND REAL MONEY !

Minimal deposit hanya Rp. 25.000,- dan minimal withdraw Rp. 25.000,-
Kami juga menghadirkan permainan dalam versi Android / Iphone / Ipad.
Promo yang kami hadirkan untuk saat ini :

- Bonus referral 20%

- Bonus Turn Over up to 0,5% ( dibagikan setiap hari SABTU pukul 12 siang )

Untuk bermain hokibandarq di mobile anda , silahkan anda download dulu aplikasi PKV Games nya ya bos .

Jika anda belum download , silahkan klik link dibawah ini.

hokibandar

bandarsakong

domino

poker

capsa susun

Post a Comment